Pompeii, kota kuno di Italia, menyimpan rahasia yang jauh dari membosankan. Kalau mendengar namanya, mungkin yang terbayang adalah kisah tragis akibat letusan Gunung Vesuvius di tahun 79 Masehi. Tapi, di balik abu vulkanik yang membekukan waktu, tersimpan fakta-fakta liar yang bikin penasaran.
Bayangkan sebuah kota yang dipenuhi rumah bordil legal, grafiti mesum di dinding, dan karya seni erotis yang bukan cuma pamer, tapi juga punya makna budaya. Yup, Pompeii dulunya adalah ‘pusat hiburan dewasa’ di zamannya, di mana seks bukan hal yang tabu. Mau tahu seberapa liarnya? Yuk, kita selami lebih dalam peninggalan-peninggalan unik yang masih bertahan hingga hari ini!
Fossil Pria Masturbasi

Beberapa waktu lalu, netizen sempat dihebohkan oleh unggahan dari akun resmi Taman Arkeologi Pompeii (@pompeii_parco_archeologico) di Instagram. Mereka membagikan foto fosil seorang pria dalam posisi yang cukup mencengangkan. Pria ini terlihat telentang dengan tangan kanan berada di area kelaminnya—bikin banyak orang berspekulasi kalau dia ‘kepergok’ lagi masturbasi saat bencana datang.
Menurut vulkanolog Dr. Petrone dalam wawancaranya dengan BBC, spekulasi ini kurang akurat. Ia menjelaskan bahwa posisi tersebut kemungkinan besar akibat fenomena cadaveric shock—kejang otot yang terjadi ketika tubuh terkena suhu ekstrem dari gelombang piroklastik. Jadi, meskipun pose ini terlihat ‘nakal,’ kenyataannya bisa jadi hanya efek dari kematian mendadak di bawah suhu super panas.
“Individu yang ada di foto ini adalah pria dewasa, terbunuh oleh gelombang pyrolastic panas sehingga tangan dan kakinya menekuk aneh akibat suhu yang ekstrem,” kata Petrone seperti dikutip dari BBC, Selasa (25/3/2025).
Meski sudah terkubur hampir 2.000 tahun, jejak kehidupan di Pompeii masih terlihat jelas lewat grafiti erotis yang tersebar di seluruh kota. Mulai dari gambar penis hingga tulisan-tulisan vulgar, semua ini jadi saksi bisu betapa terbukanya masyarakat Pompeii soal seksualitas.
Grafiti Erotis


Uniknya, simbol-simbol ini ternyata bukan cuma buat iseng. Di masa itu, grafiti erotis digunakan sebagai penunjuk arah menuju rumah bordil, terutama bagi para pelancong yang tidak paham bahasa lokal. Praktis dan langsung ke intinya, ya?
Pilihan ‘Menu’ di Rumah Bordil


Pompeii sebagai kota pelabuhan ramai sering didatangi para pelaut dari berbagai penjuru dunia. Masalahnya, tidak semua dari mereka bisa berkomunikasi dengan bahasa setempat. Nah, di sinilah kreativitas pemilik rumah bordil muncul.
Mereka menyediakan ‘menu gambar’—lukisan-lukisan eksplisit yang menggambarkan berbagai layanan seksual. Pelanggan tinggal tunjuk apa yang mereka mau, tanpa perlu repot ngobrol panjang lebar.
Kamar-kamar di rumah bordil ini berukuran kecil dengan ranjang dari batu. Tujuannya simpel: agar pelanggan tidak berlama-lama dan bisnis tetap lancar.
Karya Seni Erotic ala Pompeii

Jangan kaget jika berjalan-jalan di Pompeii dan bertemu dengan patung atau lukisan penis di tempat umum. Untuk masyarakat Pompeii, gambar-gambar ini bukan sekadar dekorasi nyeleneh, melainkan simbol keberuntungan dan kesuburan. Meski kota ini habis dilahap abu vulkanik, banyak artefak erotis yang tetap terjaga hingga hari ini.
Karya-karya ini juga menunjukkan betapa terbukanya masyarakat Romawi soal seksualitas, yang dianggap sebagai bagian alami dari kehidupan, bukan sesuatu yang memalukan. Jadi, meski terdengar ‘liar,’ di masa itu semua ini adalah bagian dari budaya dan kepercayaan.
Pompeii bukan cuma cerita tragedi letusan gunung berapi—di balik reruntuhannya tersimpan potret kehidupan yang berwarna dan terbuka soal seksualitas. Dari fosil pria dalam pose unik, grafiti erotis sebagai GPS ke rumah bordil, hingga karya seni erotis di ruang publik, semua ini jadi pengingat bahwa manusia dari dulu punya rasa ingin tahu dan ekspresi yang tidak jauh beda dari sekarang.
Jadi, kalau ada kesempatan buat berkunjung ke Pompeii, siap-siap terkejut sama kisah-kisah seru dan fakta-fakta liarnya! Siap menjelajah masa lalu yang gairah?